Solihin menyebutkan 20 spesimen yang dikirim ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, tak ada yang menunjukkan adanya varian Omicron. “Jenisnya masih yang varian Delta. Jadi bukan Omicron,” tegas Solihin.
Pernyataan Solihin dibenarkan Kasi Program Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Muhammad Sata.
Sata menerangkan pihaknya mengirimkan seluruh sampel milik ABK MV Viet Thuan Ocean yang sandar di perairan Muara Berau, Kutai Kartanegara.
“Biasanya hasilnya lama, sampai berminggu-minggu. Tapi ini jadi perhatian nasional, jadi lebih cepat dan ternyata hasilnya bukan Omicron,” terang Sata.
Keberadaan Varian Omicron memang menjadi perbincangan hangat dalam perkembangan Covid-19, bukan hanya di Indonesia melainkan di seluruh penjuru dunia. Mutasi virus asal Benua Afrika ini disebut-sebut memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibandigkan varian lainnya. Meskipun varian ini dikatakan tak lebih ganas dibandingkan Delta.
Penulis: Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur