Dari hasil presentasi yang sudah dilakukan sejumlah unsur yang terlibat memberikan beberapa usulan untuk dilengkapi sebelum dokumen tersebut dibawa untuk dikoreksi di Kantor Bersama KPBU. "Sekitar minggu depan akn kami bawa ke pusat untuk dikoreksi, mudahan selanjutnya bisa mengarah pada pendanaan dengan menggunakan skema KPBU," ucap Hari yang juga Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Jalan (LLJ) Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda Jumat (10/12/2021).
Ia mengungkapkan studi pendahuluan yang dilakukan tentunya berisi kajian bagaiman mengukur potensi Kota Samarinda terhadap sejumlah kegiatan tersebut yang dapat di manfaatkan kedepannya. Untuk diketahui tiga kegiatan yang dimaksud yaitu pembangunan pelabuhan curah, pembangunan sky train dan Lampu Penerangan Jalanan Umum (LPJU) tersebar. "Jadi setidaknya dalam studi pendahuluan ini kami melihat urgensi dari pembangunan yang ada," tuturnya.
Dari studi pendahuluan itu juga nantinya akan dinilai oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) termasuk menentukan apakah dari tiga kegiatan yang direncanakan menggunakan skema tersebut akan berjalan bersamaan atau justru bergantian. "Sambil kita melihat potensinya bagaimana kedepan," ujarnya.
Ia mengungkapkan untuk memasuki tahap selanjutnya yaitu pembentukan Feasibility Studi (FS) dan Detail Engineering Desain (DED) masih tergolong lama sebab tenggat waktu untuk pembentukan Studi Pendahuluan itu diberi waktu hingga 6 bulan. "Harapan kami masuk ke pembentukan FS di pertengahan tahun depan," tutupnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan