Kepala Bidang (Kabid) Pelaksana Jaringan Sumber Air (PJSA), PUPR Samarinda, Rosnayadi Novida mengatakan penanganan longsor yang ada di kawasan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kalhol disebutkan belum rampung. "Kegiatan penanganannya kan masih berlangsung," ucapnya Selasa (30/11).
Ia menegaskan pihaknya sudah merampungkan pengumpulan data perhitungan pada jembatan yang sebelumnya bernama Jembatan Mahkota II itu yang kemudian dari data tersebut diserahkan kepada KKJTJ untuk dikeluarkan rekomendasi. Bukan berarti belum keluarnya rekomendasi itu jembatan tidak aman untuk dioperasionalkan. "Relatif aman dengan kita melakukan pembatasan untuk kendaraan yang melintas," tegasnya.
Namun sembari menunggu ini PUPR Samarinda tengah melengkapi sarana dan prasarana jembatan yang sempat hilang dicuri oleh oknum tak bertanggung jawab, setidaknya terdapat lima jenis sensor yang dilengkapi oleh pihaknya. "Seperti accelero meter, sensor tiang, sensor lalu lintas, tiltmeter dan sensor kabel yang lumayan banyak," ungkapnya.
Novida sapaan akrabnya membeberkan setidaknya pada pengadaan alat itu Pemkot Samarinda mengucurkan anggaran sebesar Rp 8 miliar untuk memenuhi perlengkapan jembatan tersebut.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan