Sejumlah titik itu di antaranya Simpang Gunung Kapur, Simpang Lembuswana, Simpang Pasundan, Jalan Damanhuri II, depan Terminal Lempake, Jalan Kebun Agung, Jalan Sentosa Gang Kenangan IV, Jalan Pramuka, Jalan Wahid Hasyim dan Jalan DI Panjaitan depan Perumahan Alaya.
Banjir yang terjadi memiliki rata-rata ketinggian mulai dari 10 sampai 35 centimeter. "Sejumlah titik itu kami kumpulkan dari pantauan CCTV dan pantauan personel di lapangan," kata Suwarso kepada Korankaltim.com.
Hujan yang mengakibatkan banjir ini termasuk bagian dari fenomena La Nina yang diprediksi akan terjadi pada Desember mendatang. "Menurut informasi BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) itu memang bagian dari fenomena La Nina walaupun puncaknya di Desember," tuturnya.
Pada November ini diprediksikan curah hujan masih terjadi mulai dari intensitas lemah sampai sedang, kemudian masuk ke Desember diperkirakan hujan terjadi dengan intensitas tinggi.
Menghadapi hal itu BPBD Samarinda juga sudah mempersiapkan dengan menggandeng sejumlah kecamatan untuk melaksanakan sosialisasi agar dapat bersiap siaga, tentunya hal ini juga disesuaikan dengan pengelompokan kerawanan bencana yang terjadi di masing-masing wilayah.
Selain turun untuk melakukan monitor terhadap titik-titik banjir yang terjadi, Suwarso menyebutkan personel yang diturunkan juga siap siaga
"Beberapa pelatihan sudah kami ikuti untuk peningkatan peralatan hingga peningkatan sumber daya manusia," tutup Suwarso
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur