Orang nomor satu di Samarinda itu menyebutkan rekomendasi yang telah diberikan yaitu seperti pemberian kartu antrean kepada setiap supir truk yang menunggu. "Supaya mereka tidak usah antre dan mereka bisa bergiliran sesuai dengan jam-jam yang sudah ditetapkan agar tak terjadi penumpukan," tuturnya.
Disinggung evaluasi dari penerapan yang sudah dikoordinasikan dengan pihak Pertamina, Andi Harun membeberkan sementara ini penerapannya sedang berjalan.
Sementara itu SPBU Swasta yang terletak di Jalan PM Noor jadi salah satu titik dengan antrean truk terpanjang, selain itu juga rata-rata kendaraan yang memenuhi dengan dimensi 2,1 meter.
Admin SPBU, Tri mengungkapkan tempatnya menjadi salah satu titik antrean terpanjang disebabkan hampir semua kendaraan besar memilih tempatnya untuk mengisi bahan bakar. "Sepengamatan saya karena itu, soalnya di tempat lain itu kan truknya tidak yang di atas roda 6 sedangkan kami truk besar semua numpuk di sini, mungkin karena manuvernya juga enak," sebutnya.
Ia menegaskan sudah membuat imbauan kepada para sopir truk untuk datang di atas pukul 17.00, lantaran pihaknya hanya menerima pengisian bahan bakar solar pada waktu yang sudah ditentukan. "Jadi cara mengurainya seperti itu, dan kami menerima layanan sampai pukul 22.00 saja, jadi saya rasa karena antrean panjang makanya ndak sempat sampai habis, tapi ya begitu kami juga susah mengaturnya, sudah di kasih imbauan tapi tetap aja tidak diikuti, biasanya yang ada sampe pagi ini karena mereka yang tidak dapat giliran tadi malam jadi ada yang memilih bermalam," tandasnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan