JS yang merupakan kakak dari Salmah ini melakukan teror terhadap adiknya mulai dari mengancam, melakukan pengrusakan rumah sang adik, hingga melemparkan kotoran manusia ke kediamannya. Terakhir, teror tersebut dilakukan JS pada Selasa (28/9/2021) dini hari pukul 02.00 WITA.
"Iya, dia lempar kotoran manusia di rumah dan ruko yang saya sewakan, juga dinding ruko dirusak. Jadi, rumah saya ini saya sekat, jadikan sewaan (ruko), ini sudah sering teror begitu, sampai-sampai penyewa itu tidak tahan dan keluar, begitu terus," ungkap Salmah saat ditemui di Mako Polresta Samarinda Selasa (28/9/2021) malam tadi.
Ia mengaku sebenarnya, permasalahan ini kerap kali telah dimediasi oleh pihak kelurahan, bahkan Bhabinkamtibmas pun menyerah, karena JS memang tak mau, sehingga diarahkan untuk melapor. "Sebelumnya pernah saya laporan, tetapi bilangnya mediasi saja dulu, karena ini permasalahan keluarga," ungkapnya. "Makanya, keduanya melapor lagi, dan bilang dibicarakan dengan saudara yang lain, ya kakak saya yang lain setuju kalau dilaporkan, karena memang tidak bisa dibiarkan begini terus," sambungnya.
Selama teror tersebut Salmah tak tenang bersama dengan ketiga anaknya dan ia juga tak mau melawan, karena takut membahayakan keluarganya. "Saya gak mau ribut juga, makanya tidak pernah mau meladeni perbuatannya, jadi setelah dia teror begitu, ya saya bersihkan saja," tandasnya.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena melalui Kanit Jatanras Ipda Dovie Eudy saat dikonfirmasi perkara tersebut mengaku belum menerima laporannya. "Mungkin masih sama yang piket, karena belum saya terima, coba nanti saya cek ya," singkatnya.
Penulis : Nancy
Editor : Bambang Irawan