Wakil Rektor UIN Samarinda, Muhammad Abzar mengatakan baru mengetahui adanya aktivitas penambangan batu bara yang diduga ilegal tersebut.
"Kami baru tahu juga ada aktivitas tambang," ujarnya.
Tetapi, dari informasi yang diterima memang awalnya pematangaan lahan dan itu disampaikan ke Rektor yang berkoordinasi dengan salah satu pelaku kegiatan.
"Iya, sebelumnya sudah ada koordinasi ke Rektor, mereka bilang pembukaan lahan untuk akses jalan ke belakang," tuturnya.
"Tetapi, kok ternyata ada aktivitas tambangnya, saya kaget juga dan baru tahu," sambungnya.
"Pastinya laporan dulu ke pimpinan, baru kami kaji dulu, yang jelas pasti ada dampaknya, luapan air yang tidak semestinya. Kami tentu akan bertindak, dengan melihat sejauh mana dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas ini," imbuhnya.
Terkait status lahan tersebut, ia mengaku bukan milik dari UIN, hanya saja memang tidak jauh dari kampus plat merah berbasis keagamaan terbesar di Kaltim dan Kaltara tersebut.
"Itu aktivitasnya di luar area kampus, batasnya itu ya sungai, bukan gunung," tandasnya.
Sementara, Gubernur Mahasiswa Fuad UIN Sultan Adji Muhammad Idris (UINSI) Windy Irwan Ady mengatakan jika aktivitas penambangan batu bara diduga ilegal tersebut, telah diketahuinya sejak dua pekan lalu.
"Kami observasi ke dalam, dan itu jaraknya dari kampus tidak sampai 500 meter, tetapi sekitar 50 meter dan itu paling dekat dengan gedung pesantren kampus," tuturnya.
"Mereka sudah ada mengangkut batu bara yang dikeruk di dalam," sambungnya.
Dari data yang mereka himpun, kegiatan aktivitas diduga ilegal telah berjalan kurang lebih dua bulan.
"Ya, pasti aktivitas ini akan ada dampaknya, seperti longsor sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Selain itu juga akan mengganggu perkuliahan," ujarnya.
Saat masuk ke dalam pun mereka sempat mengambil foto serta video, dan terlihat adanya tumpukan batu bara.
"Kami di sini ya bukan untuk kampus kami saja, menggelar aksi ini, tetapi dampak yang nantinya ditimbulkan ke masyarakat sekitar," bebernya.
Pihaknya pun meminta kepada rektor untuk mengambil sikap, terkait aktivitas tersebut.
"Saat ini kami aksi supaya mahasiswa yang lain tahu dan masyarakat, jika ada tambang ilegal di sini. Kami akan terus menyuarakan ini, tidak hanya ini saja, selanjutnya pasti ada," tandasnya.
Penulis : Nancy
Editor : Bambang Irawan