Terdapat satu rumah bangsal dengan empat pintu tertimpa reruntuhan material longsor dari turap rumah yang posisinya lebih tinggi dari bangsalan tersebut. "Jadi yang terdampak langsung ini ada dua bangunan, satunya rumah bangsalan, total enam Kepala Keluarga (KK) dengan 24 jiwa yang terkena imbasnya," ucap Mustofa, Senin (13/9/2021).
Ia menjelaskan kronologis dari terjadinya longsor itu secara perlahan serta memberikan isyarat bunyi reruntuhan yang tidak menimpa secara langsung, kejadian tersebut tepatnya terjadi pada dini hari pada saat Salat Subuh. "Jadi material longsor ini menimpa bagian dinding dan pintu rumah masuk ke dalam sekita satu meter ke dalam," tuturnya.
Selain menimpa bangunan bangsalan dengan berbahan dasar kayu material juga menimbun tiga kendaraan roda dua yang memang terparkir tepat di bawah reruntuhan tersebut. "Dua motor yang masih tertimbun, yang satunya hanya setengah, tapi ya terlihat hanya sebagian yang rusak," ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Hambali membenarkan kejadian longsor itu terjadi pada Senin dini hari, sejumlah masyarakat yang terdampak saat ini tengah mengungsi. "Bantuan dari Pemkot Samarinda juga sudah kita rencanakan tinggal didistribusikan," tandasnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan