Ia menyebutkan dinamika atmosfer kondisi cuaca dengan curah hujan sampai pada pertengahan September mendukung terjadinya hujan. "Jadi memang sebagian besar wilayah Indonesia terjadi hujan," tuturnya.
Lebih spesifik menjelaskan mengenai banjir yang terjadi di Samarinda, Riza mengucapkan curah hujan yang terjadi sejak 2 September lalu itu berturut-turut.
"Tepatnya di kawasan Samarinda Utara dan bagian Hulu Samarinda seperti Pampang, Sungai Siring dan lainnya, kemudian curah hujan yang kami amati mulai dari 90 sampai 100 milimeter," jelasnya.
Tak hanya cuaca yang terus diguyur hujan, pasangnya air pada Sungai Mahakam juga disebut sebagai salah satu penyumbang terjadinya banjir saat ini. Riza mengungkapkan hal itu memang kerap terjadi pada awal bulan purnama. "Iya benar memang sedang pasang," ungkapnya.
Tak heran jika air meluap hingga ke daratan dan membanjiri permukiman sebab dari dua fenomena itu datang dengan bersamaan, selain curah hujan dan kondisi air pada Sungai Mahakam sedang pasang, sehingga aliran air tak mengalir dengan maksimal.
Ia juga menegaskan faktor banjir dari segi astronomi persoalan banjir ini merupakan permasalahan yang kompleks, faktor pengendalian lingkungan juga turut ambil andil dalam penanganan banjir tersebut.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan