“Kalau secara detil belum tahu berapa pastinya. BIaya yang diperlukan sekitar Rp800 juta. Tapi masih akan kami cek lagi, jadi saya tidak bilang itu angka pasti ya,” tegas Junaidi pada korankaltim.com.
Junaidi menambahkan masih harus mengecek pondasi jembatan untuk melihat apakah tubrukan tersebut memberikan pengaruh atau tidak bagi konstruksi jembatan. Namun ia menegaskan pihaknya hanya menghitung sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan.
“Jadi bukan kita cari-cari ya. Toh biaya perbaikan yang ditanggung pelaku juga disetorkan ke kas negara. Jadi kami hanya menghitung berapa kerusakan dan biaya perbaikannya,” sambung Junaidi.
Untuk memastikan kondisi jembatan, pihaknya juga memasang kaca di salah satu bagian konstruksi jembatan. Tujuannya untuk melihat apakah ada pergerakan yang membahayakan atau tidak.
“Kalau kacanya retak, berarti ada pergerakan, pergeseran. Nah itu harus langsung ditangani,” pungkasnya.
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor : Bambang Irawan