Berdasarkan keterangan dari kedua saksi tersebut, kejadian ini terjadi sekitar pukul 06.30 WITA. Saat itu Tug Boat (TB) Intan Kelana 13 dan Tongkang JKM Mahakam 2 hendak menambat, sambil menunggu pengolongan pada pukul 07.00 WITA, sehingga kapal melakukan manuver ke kiri, tepat di belakang big mall.
"Saat mau manuver ke kiri itu, kan itu mereka harus melawan arus, tiba-tiba mesin sebelah kanan mati. Ternyata tali gas mesin putus," ungkapnya.
"Karena mesin mati saat akan manuver ke kiri, powernya tidak ada, makanya tongkang larut, sehingga terjadi hentakan tali tongkang, menyebabkan tali tiang utamanya putus. Tongkang tidak terkendali dan terbawa arus, tetapi kapal sempat menahan, tetapi tidak maksimal karena salah satu mesin mati, akhirnya tongkang menabrak jembatan dengan posisi melintang di salah satu pilar, menyebabkan abutmen (substruktur yang berada di ujung bentang jembatan atau bendungan untuk menopang superstrukturnya) itu pecah, itu puingnya jatuh ke dalam tongkang, itu ada kami amankan," sambungnya.
Ia menambahkan pasca kejadian tersebut, pihaknya bersama dengan pihak BBPJN, mendatangi ke jembatan untuk dikakukan pengecakan, bagian yang tertabrak.
"Jadi yang ditabrak itu abutmen pilar ketiga jembatan, itu terlihat ada benturan dan mengakibatkan abutmen pecah itu jatuh ke tongkang puingnya," imbuhnya.
Untuk ukuran besar tongkang ia menyebutkan sekitar 300 feet, dengan muatan batu bara 7.600 ton.
"Saat benturan itu tongkang juga mengalami kerusakan, penyangga besi patah dan bagian bawah penyangga penyok," tandasnya.
Saat ini pihaknya masih menunggu hasil investigasi terkait dengan hasil pengecekan pihak BBPJN Wilayah II Kaltimtara.
Penulis: Nancy
Editor : Bambang Irawan