"Ini lagi proses menetralisir batu bara yang terbakar di tempat yang tidak mengganggu lingkungan masyarakat, jadi kami geser ke Balik Buaya," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (27/8/2021).
"Kemudian, nantinya akan diberikan chemical, supaya dia tidak terbakar dan bisa normal lagi," sambungnya.
Kendati demikian, pihaknya belum memberikan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), bagi Tug Boat (TB) Arek Suroboyo 5 dengan tongkang Boss 5 tersebut.
"Itu kami geser pagi tadi, karena ini kan kondisinya darurat, untuk melakukan penetralisiran batu bara yang terbakar. Makanya, kami mencari tempat yang memang tidak akan mengganggu masyarakat," imbuhnya.
Terkait TB Arek Suroboyo 5 yang menarik tongkang Boss 5 muatan batu bara tersebut, berangkat dari jeti Bumi Enggang Katulistiwa (BEK) Tering Kutai Barat (Kubar) ke Samarinda, tak mengantongi SPB menuju Samarinda, Slamet mengatakan SPB ini berlaku jika kapal keluar dari wilayah Samarinda.
"Tetapi untuk kapal ini, dengan sertifikat keselamatan yang belum disetujui dari pusat, maka kami tidak akan mengeluarkan SPB-nya, mungkin karena terlalu lama makanya batu baranya terbakar," terangnya.
Slamet menegaskan pihaknya tak akan menerbitkan SPB tersebut, tanpa kelengkapan dokumen. Tetapi, memang untuk dokumen muatan kata Slamet telah dikeluarkan oleh pihak ESDM.
"Sebelum ada kelengkapan dokumen dan muatan belum normal kembali, pihaknya tak akan menerbitkan SPB. Karena, kalau mau lepas dari perairan Samarinda harus mengajukan SPB, kecuali masih di perairan Samarinda tidak masalah," bebernya.
Nah, setelah rekomendasi dari pusat tersebut keluar, pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan oleh tim marine, terkait pembaharuan sertifikat keselamatan tersebut.
"Itu saat dia akan mengajukan pemberangkatan, kami akan mengecek lagi terkait muatan batu baranya. Jangan sampai batu baranya masih mengeluarkan asap, tetapi tetap diberangkatkan dengan menggunakan SPB. Artinya, harus benar-benar safety sebelum berangkat, karena dalam pelayaran ini dia mau minta tolong dengan siapa. Makanya sebelum dia berangkat dipastikan kesiapan kapal dan krunya, termasuk muatannya," pungkasnya.
Penulis:Nancy
Editor : Bambang Irawan