"Tim kami sudah mendatangi lokasi dan melakukan pendinginan, sehingga tidak mengeluarkan asap kembali," tuturnya saat dikonfirmasi Rabu (25/8/2021).
"Kami juga meminta kepada pemiliknya untuk melakukan pendinginan juga dengan menggunakan chemical, malam itu juga," sambungnya.
Kemudian lanjut kata Slamet, pihaknya juga meminta untuk tongkang dibawa ke daerah hulu, Tenggarong.
"Dibawa ke daerah hulu sana, supaya nanti bisa dilakukan penanganan intensif dan proses chemical, hingga muatan normal kembali," imbuhnya.
Disinggung, kapan dan penyebab, muatan batu bara tersebut terbakar, ia tak bisa memastikan.
"Iya, masih simpang siur, juga kapan terjadinya itu, karena saya juga baru tahu tadi malam dan itu sudah ditangani pihak Polairud, baik pemeriksaan nahkoda maupun lainnya. Kalau kami hanya proses cooling dan down saja, untuk pencegahan supaya tidak terdampak ke masyarakat sekitarnya," terangnya.
Terkait apakah l izin pengolongan atau berlayar, ia mengaku belum ada terdata dan dirinya baru mengetahui ada tambat di belakang Big Mall tersebut.
"Iya, belum ada permohonan ke kami," katanya.
Untuk nama perusahaan tersebut pihaknya mengaku belum tahu pasti, tetapi untuk nama Tug Boat (TB) Arek Suroboyo 5 dan Tongkang Bos 5.
"Perusahaannya saya lupa itu ada dicatatan saya, nanti saya lihat dulu," ujarnya.
Untuk selanjutnya, pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan, terkait kejadian tersebut.
"Terkait penanganannya saja, untuk pemeriksaan ya dari Polairud langsung," pungkasnya.
Penulis: Nancy
Editor : Bambang Irawan