Kondisi ruko yang berdempetan dan titik api yang berada dalam ruko menjadi kendalanya, ditambah ruko yang terkunci.
Berdasarkan pantauan di lapangan, api sempat berkobar sebanyak tiga kali, yakni pada malam hari saat kejadian, Senin dini hari dan pagi harinya.
Kapolsek Samarinda Kota AKP Creato Sonitehe Gulo saat dikonfirmasi mengatakan karena api sempat menyala kembali, pihaknya melakukan monitoring, dengan menurunkan personil dan saling berkoordinasi dengan Disdamkar Kota Samarinda serta relawan.
"Benar itu sempat menyala lagi apinya, makanya kami monitoring terus sampai sekarang," tuturnya.
Terkait hasil penyelidikan kepolisian, penyebab api tersebut, pihaknya belum bisa memastikan dan masih akan berkoordinasi dengan Inafis Polresta Samarinda.
"Kalau penyebabnya, kami belum bisa pastikan, karena nanti dari Inafis yang akan olah TKP terlebih dahulu," terangnya saat dihubungi melalui ponselnya Senin (9/8/2021).
Adapun kerugian material yang dialami akibat musibah kebakaran tersebut, pihaknya pun hingga saat ini masih melakukan pendataan.
"Belum bisa kami tafsirkan, karena apikan masih menyala sampai pagi tadi. Jadi, ini kami fokus dulu ke situ," pungkasnya.
Terpisah, Salah seorang pemilik Ruko, Agus (39) saat ditemui di TKP mengatakan saat kejadian dirinya bersama keluarga sedang pergi keluar untuk mencari makan.
Tak lama, ia mendapatkan kabar dari penghuni ruko sebelah jika ruko miliknya terbakar. Nah, dia mengungkapkan untuk Minggu toko hanya buka setengah hari.
"Hari Minggu setengah hari saja, saat itu ibu dan karyawannya yang menjaga toko, saat itu sudah bersiap akan pulang, kemudian terlihat ada api berkobar di lantai dua rukonya," ungkapnya.
"Kebetulan di lantai dua itu kosong, karena untuk persiapkan walet," sambungnya.
Saat ditanya, dugaan kebakaran tersebut, ia menduga adanya arus pendek. Namun dirinya enggan untuk berspekulasi lebih jauh dan menyerahkan penyelidikan kepada kepolisian.
"Ya, mungkin saja korsleting listrik, tetapi tidak tahu juga, biar polisi yang menyelidiki," katanya.
Nah, saat kembali disinggung soal kerugian yang dialaminya, Agus mengaku memperkirakan hingga ratusan juta rupiah, pasalnya tak ada satu pun barang yang bisa diselamatkan.
"Rencananya, nanti saya akan bersihkan dulu, karena tidak ada tempat lain," pungkasnya.
Penulis:Nancy
Editor : Bambang Irawan