Ketiadaan ruang untuk pasien di rumah sakit saat kondisi darurat membuat ada yang sampai meninggal dunia di dalam kendaraan yang mengantar. Ada juga yang wafat karena isolasi mandiri (Isoman) karena tak mendapat fasilitas kesehatan yang cukup.
Sejatinya hal itu tak terjadi kalau saja ada alternative tempat rujukan untuk menangani pasien yang dalam kondisi kritis mengingat saat ini tingkat hunian rumah sakit sangat tinggi bahkan ada yang dirawat di lorong karena overload. Hotel Atlet Sempaja disebut-sebut bisa dijadikan rumah sakit darurat dalam kondisi genting mengingat tempat tersebut sudah lama tak difungsikan.
Hotel yang sempat jadi lokasi pemusatan latihan atlet-atlet Kaltim menuju PON XVI tahun 2004 silam di Palembang Sumatera Utara dan jadi penginapan atlet saat berlangsungnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI di Samarinda diketahui saat ini tak terurus karena memerlukan biaya besar untuk memperbaiki beberapa bagian di dalamnya yang rusak.
Sebelum Covid-19 melanda, lantai satu Hotel Atlet Sempaja jadi tempat latihan beberapa cabang olahraga namun saat ini sama sekali tak terjamah. Terkait hal itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kaltim, Agus Tianur menyatakan sempat ada keinginan mengalihfungsikan kawasan tersebut jadi rumah sakit darurat Covid-19.
“Saya sudah meninjau bersama Kasrem (Kepala Staf Korem), melihat kondisi di dalam Hotel Sempaja, tapi memang tidak bisa digunakan,” kata Agus Tianur kepada korankaltim.com Jumat (30/7/2021) hari ini. Menurut Agus, perlu perbaikan serius untuk membenahi Hotel Atlet Sempaja kalau mau dialihfungsikan.
“Banyak yang harus diperbaiki dan perlu waktu tidak sebentar,” imbuhnya. Beberapa pekan sebelum Covid-19 membuat semua kegiatan dibatasi dan banyak yang terpapar hingga meninggal dunia, korankaltim.com sempat melihat langsung kondisi di dalam Hotel Atlet Sempaja dan memang banyak yang rusak.
Pintu masuk hanya berupa plywood, pagar di tangga menuju ke lantai atas digembok menghindari pencurian barang-barang yang memang sudah terjadi sebelumnya, dimana terlihat tak ada lagi lampu di plafon karena sudah bolong. Ada juga plafon bolong karena gerusan air hujan di dekat lift yang tak berfungsi.
Kaca di bagian depan hotel juga banyak yang pecah, sementara mesin pendingin ruangan yang dulu bersusun rapi terlihat dari luar hotel tak jelas kemana karena sudah tidak ada di tempatnya.
Penulis/Editor: Aspian Nur