Terkait dengan kembali meningkatnya kasus positif Covid-19 yang sempat melandai ditandai dengan banyaknya kematian karena virus corona setiap hari, masyarakat Samarinda pun mulai menyadari kalau penyakit ini “tak bisa dilawan” dengan sombong hati, menganggap virus ini tidak ada dan mengabaikan protokol kesehatan (prokes) yang sudah digaungkan sejak tahun 2020 lalu.
Kalimat dalam Bahasa Banjar “musuh harat wal, bawa batanang haja,” pun saat ini seringkali jadi jargon yang ditulis di media sosial seiring dengan “keikhlasan” masyarakat menerima keadaan tak beraktivitas selama PPKM diterapkan Pemerintah Kota Samarinda.
Kalimat yang dalam Bahasa Indonesia artinya “musuh kuat teman, bawa tenang saja,” sering tertulis baik di Facebook, Twitter, Instagram maupun aplikasi WhatsApp (WA) dan beredar sejak Juni 2021 lalu
Kalimat ini setidaknya selain bisa jadi penenang, tentunya untuk mereka yang mengerti Bahasa Banjar, juga jadi hiburan untuk meningkatkan imun tubuh yang memang sangat diperlukan setiap orang dalam kondisi wabah sekarang ini.
Dikutip dari hanapibani.com, kalimat musuh harat wal, bawa batanang haja mengandung perintah untuk menenangkan diri dalam menghadapi persoalan sulit terlebih lagi ketika yang dihadapi permasalahan besar.
Menenangkan diri tentu terkait dengan persoalan psikis dan masalah psikis dalam Islam erat kaitannya dengan kondisi hati, karena dalam Islam hati sangat memiliki peran penting dan harmonisasi hati dalam diri sangat mempengaruhi kejiwaan seseorang.
Maka, seseorang akan mampu meraih ketenangan diri jika ia memiliki kelapangan dada, keluasan hati untuk menerima dengan ridha segala ketentuan dan keputusan Allah SWT. “Orang yang memiliki kelapangan hati dan dada adalah orang yang mampu menerima situasi apapun dengan menyelam ke dasar keimanannya untuk menemukan mutiara hikmah dari kehendak Allah atas dirinya dengan sebuah keyakinan,” tulis Hanapi.
Menghadapi virus corona memang tak bisa dengan “kekerasan”, melanggar aturan seperti mengabaikan jaga jarak, tak memakai masker dan tak mencuci tangan, karena itulah membawa diri dalam ketenangan yang caranya lebih banyak berdiam diri di rumah adalah cara terbaik melawan wabah yang sudah lebih satu tahun melanda dunia itu.
Namun dibalik kalimat penuh makna itu, tetap saja ada orang yang menyempatkan diri untuk memberikan hiburan menggunakan kalimat “musuh harat wal”. Contohnya saja kalimat “Musuh harat wal.e makan nya burger Ulun ini aja,” ujar seorang pengguna Facebook sambil memasang foto makanan berupa tahu, ikan dan sambal manga.
Ada juga kalimat “virus merajarela jangan dikarasi dulu bawa batanang musuh lg harat jangan panik enjoy aja,” tulis pengguna Facebook lainnya sembari memasang foto makanan berupa kerupuk dan lontong sayur.
Di Twitter, ada netizen yang menuliskan kalimat “Ikam yang sudah lawas bejuang, tapi inya kawin lawan urang, bawa betanang wal ai musuh ikam harat,” seolah menyindir temannya yang lama berpacaran namun akhirnya menikah dengan orang lain. “Kada kawa dikarasi wal ai musuh harat baik bawa sembahyang (salat) bepahala,” tulis netizen lainnya.
Penulis/Editor: Aspian Nur