Belakangan diketahui mesin sortir untuk daur ulang sampah terbakar dan api merembet ke sekitar tempat tersebut yang dipenuhi sampah bekas berbahaan plastik dan juga botol kaca serta ban bekas.
Relawan dari berbagai lokasi di Samarinda pun langsung mendatangi lokasi kebakaran tersebut menggunakan mobil dan motor.
Relawan At Taufik 022, Refli Permana, kepada korankaltim.com menjelaskan, kebakaran beerawal dari sebuah mesin sortir atau penggilingan sampah milik Nali.
"Kemungkinan korsleting listrik, api langsung membesar karena banyak tumpukan sampah dan ada suara ledakan berkali-kali, kemungkinan dari mesin dan botol yang meledak," kata Refli.
Komandan Posko 11 Regu 1, Ishak Nasir secara terpisah mengatakan dirinya sedang salat Ashar kemudian datang warga menginformasikan gudang penumpukan plastik terbakar.
"Ada warga memanggil saat saya salat Ashar, saya lihat api sudah membesar. Ditambah angin kencang jadi api cepat membesar," kata Nasir.
"Saya juga tidak tahu pasti, dan kejadian ini juga sudah yang kedua kali, tetapi yang pertama tidak sempat membesar, yang kedua ini apinya membesar," jelas Nasir lagi.
Sekitar satu setengah jam api berhasil dipadamkan dan membakar sebuah tempat usaha atau warung dan rumah tempat tinggal Nali.
"Kobaran api tidak bisa langsung diatasi karena selain lokasi yang di atas gunung dan ada suara ledakan juga air untuk memadamkan minim. Hanya ada satu kolam kecil yang bisa dimanfaatkan untuk menyiram api," papar Refli.
Nali sebagai pemilik rumah dan warung serta mesin sortir sampah tak terlihat di lokasi kebakaran petang tadi.
Lokasi kebakaran berada di bagian depan Posko 11 Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda.
Kemacetan terjadi tepat ditanjakan karena jalur yang seharusnya dua arah baik dari Samarinda-Tenggaromg maupun sebaliknya dijadikan satu arah, ditutup sebagian selama pemadaman api berlangsung.
Kendaraan roda empat dan roda dua harus menginjak rem lebih dalam terutama mereka yang berposisi tepat di tengah tanjakan menghindari kendaraan mereka agar tidak termundur.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur