Wajar kalau Hadi Mulyadi merasa sangat sedih dengan kepergian mendadak Ucha tersebut.
Secara khusus Hadi menjadi imam salat jenazah sebelum almarhumah dimakamkan Sabtu (10/7/2021) pagi kemarin setelah dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (9/7/2021) malam pukul 23.40 WITA.
Ucha yang merupakan putri pertama Gubernur Kalimantan Timur ke delapan
HM Ardans dan ibunya Hj. Adji Farida Padmo semasa sekolah di SMAN 2 merupakan bendahara pada Smada 87 Peduli yang selama ini menfokuskan kegiatan sosial selain silaturahmi alumni.
Almarhumah juga tercatat sebagai Aparatus Sipil Negara (ASN) di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Timur.
“Almarhumah sosok yang lemah lembut, sabar dan selalu tanggap dengan tanggung jawabnya sebagai bendahara. Apabila mendapati kabar ada guru-guru kami atau teman yang terkena musibah almarhumah terdepan dalam memberikan tanda duka cita.” ujar Hadi mengenang sang sahabat yang sudah berpulang.
Didampingi istri tercinta, Hj Erny Makmur, Hadi bahkan mengantarkan almarhumah Ucha hingga ke Pemakaman Serayu di Lempake.
“Saya mengimbau masyarakat selalu menjaga protokol kesehatan, 5 M, dengan doa dan usaha kerja keras kita semua semoga seminggu dua minggu ke depan kasusnya menurun,” ujar Hadi usai melepas penguburan 9 orang jenazah Covid 19 di Serayu, salah satunya almarhumah Ucha.
Ucha sendiri dengan dimakamkan secara protocol Covid-19 di pemakaman Desa Serayu Lempake karena diduga terpapar virus yang saat ini melanda dunia tersebut.
Sampai saat ini tepatnya pada 9 Juli kemarin, tercatat lebih dari seribu orang terpapar Covid-19 dan masyarakat melihat grafik kematian terus meningkat.
Kesadaran mendalam diharapkan hadir di tengah masyarakat mengingat Covid mengintai siapa saja. Semua harus lebih waspada menghadapi serangan gelombang kedua Covid 19 saat ini.
Editor: Aspian Nur