Sontak kabar itu membuat anggota WAG terkejut karena Ucha, sapaan akrab Hj Ferucha Arietha Ardans, sebelumnya di WAG tersebut hanya menginfokan dirinya flu biasa dan memutuskan isolasi mandiri dan belakangan diterima informasi almarhumah terpapar Covid-19.
Ucha yang merupakan anak pertama dari mantan Gubernur ke-8 Kalimantan Timur, H Muhammad Ardans selama ini dikenal memiliki pergaulan yang baik dengan sahabat-sahabatnya tanpa terkecuali.
Semasa sekolah, Ucha dikenal berciri khas rambut panjang dikepang dua. “Dia sempat kami tanya di grup WA teman satu angkatan karena tidak aktif di grup dan sempat menjawab dirinya merasa hanya sakit flu biasa dan memutuskan isolasi mandiri di rumah,” kata seorang sahabat Ucha.
Karena itulah kabar kepergian untuk selamanya Ucha begitu mengejutkan sahabat-sahabatnya. ““Ucha kamu bilang ga sakit, kamu bilang flu yang bikin suaramu bindeng. Kamu kuat ga perlu ke rumah sakit. Ada dokter yang merawat. Tapi pagi ini berita kamu pergi bikin kita semua shock dan ga percaya,” tulis status salah seorang sahabat Ucha di media sosial Facebook.
Andra Ardans adik almarhumah dalam komentarnya pada ucapan bela sungkawa yang diposting di Instagram Pemprov Kaltim memohon doa agar Allah melancarkan jalannya kakak tercinta dalam menempuh peristirahatan terakhirnya.
“Mohon doanya supaya lancar jalannya Kak Uca, apabila ada kesalahan dan dosa mohon dimaafkan seikhlas-ikhlasnya,” ucap Andra Ardans.
Tak hanya teman satu angkatan Ucha di Smada angkatan 1987 yang berduka,
alumni SMP Negeri 2 Samarinda Angkatan 1984 juga mengaku terkejut dengan wafatnya Ucha.
“Semoga Allah mengampuni Dosa2nya kesalahan & menerima semua amal ibadahnya selagi masih hidup, di lapangkan kuburnya. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kesabaran dan iklas menerimanya. Aamiin YRA,” tulis sahabat almarhumah di akun Facebook.
Editor: Aspian Nur