Direktur Rumah Sakit Hermina Samarinda, dr Boy Edward Wajong menjelaskan, saat ini fasilitas kesehatan pada rumah sakit yang dipimpinnya mengalami over kapasitas dari Bed Occupancy Ratio (BOR) yang ada yaitu 44 bed atau tempat tidur. "Benar, sementara ini kami mengalami over kapasitas, pasien yang kami rawat sudah sebanyak 46 orang sejak kemarin," kata Edward dikonfirmasi melalui panggilan telepon, Kamis (8/7/2021) hari ini.
Memaksimalkan perawatan pasien Covid-19 membuat hal itu terjadi, dimana pasien masuk sudah tak bisa dirujuk ke rumah sakit atau pusat karantina lain. "Karena di tempat lain juga sudah mulai penuh," jelasnya.
Dari jumlah pasien yang ada dirincikan Edward sebanyak 40 orang rawat biasa dan 6 orang rawat intensif, biasanya rawat biasa diberikan kepada pasien yang miliki gejala sedang yang disertai comorbid atau penyakit penyerta sedangkan perawatan intensif diberikan kepada pasien dengan gejala berat dan kritis.
Menyikapi jumlah pasien yang melampaui batas maksimal, Edward membeberkan tengah menambah kapasitas sebanyak 15 bed lagi. "Kami masih siapkan mungkin dalam dua hari ke depan selesai," jelasnya. Untuk tenaga medis di Rumah Sakit Hermina didapati ada yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Jumlah tenaga kesehatan yang dimiliki saat ini perawat sebanyak 106 orang dokter umum 25 orang dan dokter spesialis 68 orang. Dari jumlah yang ada mengantisipasi lonjakan kasus ia juga telah merencanakan penambahan jumlah perawat sebanyak 8 orang. "Untuk tenaga kami ada yang terpapar 3 atau 4 orang, masih isolasi mandiri semua dan kami akan tambah jumlah perawat dari beberapa orang yang sebelumnya sudah masukan lamaran ke kami," ungkap Edward.
Tak lupa Edward berpesan kepada seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan dan mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran meskipun di tengah kegiatan, sebab saat ini hanya kepatuhan terhadap protokol yang mampu menjauhkan seseorang dari terpaparnya virus tersebut.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur