“Itukan lahan milik pemerintah, seyogyanya ditempati oleh sekolah negeri. Dalam hal ini SMA Negeri 10 Samarinda,” tegas Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Ahmad Fikrianto.
Mereka juga menyampaikan keprihatinan mereka kepada para siswa SMA Negeri 10 Samarinda yang tidak bisa memasuki lingkungan sekolah sendiri karena pintu-pintu kelas terkunci bahkan pagar pun digembok.
Seharusnya anak-anak SMA Negeri 10 Samarinda mendapatkan keadilan berupa pendidikan yang layak yang didukung dengan rasa nyaman dan aman saat belajar.
“Kalau mereka (Siswa SMA Negeri 10 Samarinda) enggak mendapatkan pendidikan yang layak, sudah semestinya dipertanyakan ke pemerintah,” tegas Ahmad.
Sayangnya hingga aksi demonstrasi berhenti, tak ada perwakilan Pemprov Kaltim yang menemui mereka. Namun Ahmad menegaskan pihaknya akan siap untuk terus mengawal permasalahan ini.
Penulis: Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur