Warga Jalan DI Panjaitan itu mengaku tak parkir, hanya menunggu teman dan duduk di trotoar tiba-tiba datang jukir meminta uang, diberi dua ribu rupiah menolak dan minta Rp10 ribu. “Karena saya tak mau ribut akhirnya saya beri saja, padahal saya hanya menunggu teman, tidak parkir disitu,” tulisnya di media sosial.
Lebih lanjut Herwan menjelaskan, Dishub Samarinda tidak pernah memiliki jukir pada kawasan tersebut, apalagi baru-baru ini, Polresta Samarinda telah memberlakukan Zero Tolerance sepanjang .
"Jadi kalau ada jukir disitu sudah pasti salah karena kami tidak mungkin menyediakan jukir mengingat kawasan itu sekarang bebas parkir," papar Herwan saat dikonfirmasi korankaltim.com melalui sambungan telepon, Kamis (17/6/2021) siang tadi.
Apa yang terjadi terhadap warga Samarinda itu menurutnya akan menjadi perhatian Dishub Samarinda yang akan mengambil tindakan tegas.
Herwan meminta seluruh masyarakat Samarinda kalau mengalami hal serupa di lain hari segera menghubungi pihaknya melalui call center yang telah tersedia. "Kalau laporan masuk saat jam kerja langsung kami tindaklanjuti, diluar jam kerja juga sama hanya mungkin saja membutuhkan waktu, karena anggota saya tidak ada di kantor. Kalau masyarakat bisa foto oknum yang tidak bertanggungjawab itu pasti kami tindaklanjuti," paparnya.
Dishub Samarinda sudah bekerjasama dengan Polri dalam menindak hal tersebut, belum lagi baru saja Polri juga memiliki rencana untuk menindak tegas merebaknya preman yang melakukan pungutan liar alias pungli.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs Herry Rudolf Nahak dalam beberapa kesempatan sudah menegaskan tidak boleh ada preman dan tidak ada tempat untuk preman untuk melakukan pungli di Indonesia, termasuk di Samarinda. “Saya sudah sampaikan kepada para Kapolres untuk tidak takut dengan preman,” kata Herry kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Penulis : Cludius Vico
Editor: Aspian Nur