Ia mengatakan dalam tinjauan tersebut akan dilakukan sejumlah kegiatan serta pemerataan pembangunan, namun pemimpin berdarah Sulawesi Selatan itu tak ingin gegabah menyatakan kegiatan apa yang nantinya akan dilakukan.
"Hasil tinjauan akan saya bawa dalam rapat internal. Yang jelas aset ini jangan sampai dijadikan aset yang tidur, entah dijadikan bangunan pemerintahan atau yang bernilai ekonomis," ucapnya Selasa (27/4/2021). Kemudian melihat drainase di tiga lokasi, yaitu simpang empat Jalan Juanda kawasan Fly over, simpang empat Sempaja dan simpang tiga Jalan DI Panjaitan. Kunjungannya juga bukan tanpa sebab, memilih tiga lokasi itu lantaran terkenal dengan daerah rawan banjir.
Dalam pantauan mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim itu menyebutkan terjadinya luapan air hingga ke jalan kemungkinan besar disebabkan oleh pipa yang melintang di dalam saluran serta menumpuknya sampah yang menyumbat aliran air. "Seperti di Jalan Juanda mungkin akan dibuatkan crosing drainase, kita akan susun perencanaannya pada APBD perubahan," tuturnya.
Sedangkan pada simpang tiga Jalan DI Panjaitan akan segera dilakukan kegiatan penanganan banjir pada sungai mati. "Nanti kita akan lihat alirannya, tunggu selesaikan masalah sosial, tahun ini, uangnya sudah ada kita periksa aturannya kemudian kita bebaskan bangunan yang ada," tandasnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan