Dengan ditutupnya akses Jembatan Mahkota tersebut, otomatis membuat masyarakat yang tinggal di Palaran pun mau tidak mau harus mencari jalan alternatif.
Manurut Camat Palaran Suwarso, Jembatan Mahkota II ditutup sementara, mulai pukul 13.00 WITA untuk semua jenis kendaraan.
"Jadi, ada dua alternatif yang bisa dilalui warga Palaran maupun sebaliknya, yakni melalui kawasan Teluk Bajau Samarinda Seberang yang sempat tertutup longsor dan Jalan Lingkar Stadion hingga meuju Jalan HAM Rifadin," ungkap Suwarso.
"Tetapi yang menjadi persoalannya, untuk Lingkar Stadion menuju HAM Rifadin ini lampu yang tidak hanya menyala satu saja. Dan pastinya ini rawan kejahatan, karena laporan dari masyarakat sebelummya di daerah itu baru ini terjadi pembegalan," sambungnya.
Untuk itu, kata Suwarso ia pun langsung berkoordinasi kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda.
"Sudah saya koordinasikan ke pihak Dishub, tetapi infonya itu belum diserahkan kepada Samarinda. Kemudian saya juga koordinasi ke anggota DPRD Kaltim Seno Aji, nanti akan dikomunikasikan ke pihak terkait," bebernya.
Nah, ketika lampu tersebut sudah menyala kata Suwarso ia yakin nantinya kondisi bisa lancar dan masyarakat bisa dengan aman melintas.
"Walaupun memang jalan agak rusak, banyak lubang dan genangan air, tetapi paling tidak akses bisa dilalui dan masyarakat tidak was was," tandasnya.
Selain itu, sambil menunggu lampu menyala pihaknya pun telah berkoordinasi kepada aparat berwenang baik dari polsek, polresta maupun koramil terkait pengamanannya.
"Jadi, memang untuk jalur alternatif ini belum menjamin keamanannya, makanya kami koordonasi ke kepolisian maupun koramil untuk melakukan patroli. Karena, masyarakat ini pasti melintas di jalan tersebut," pungkasnya. []
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi