Saksi mata sekaligus pemilik rumah yang terdampak, Sunardi (64) mengatakan kejadian itu bermula ketika pihaknya baru saja pulang dari Masjid saat usai melaksanakan Salat Tarawih sekira pukul 22.00 WITA. Ia mengaku mendengar suara retakan hingga melihat pergeseran tanah di depan rumahnya. "Malah saya sempat masukan motor yang posisi awalnya dekat dengan jatuhnya tanah longsor," ucap Sunardi, Rabu (21/4/2021).
Ia beranggapan terjadinya bencana yang menimpa sebagian teras rumahnya itu disebabkan menumpuknya kandungan air di dalam tanah menjadi salah satu faktornya. "Mungkin sudah tidak bisa membendung lagi makanya longsor," tuturnya.
Untuk diketahui, selain longsor itu menimpa sebagian teras rumahnya, juga memutus akses jalan menuju tower jaringan yang berdiri di bagian atas huniannya.
Meski saat ini kondisi longsor belum mendapatkan penanganan, namun Sunardi tak berkeinginan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman, baginya longsor susulan memiliki kemungkinan sangat kecil, melihat kontur tanah tak begitu labil.
Kerusakan yang terjadi pada tempat tinggalnya itu seperti dua pilar pada pagar rumahnya patah, hingga material tanah longsor memenuhi teras rumahnya. "Untuk diperkirakan kerugian mencapai Rp8 juta," tandasnya.[]
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi