Melaksanakan pesta pernikahan secara meriah di gedung khusus pernikahan atau aula sebuah hotel memerlukan biaya yang tak sedikit, mencapai puluhan bahkan ratusan juta dan mau tak mau si empunya acara harus melibatkan Wedding Organizer (WO) agar acara sekali seumur hidup itu bisa berjalan sukses tanpa kendala.
Sayangnya, ada WO yang memanfaatkan momen itu untuk mengambil keuntungan dan dalam sepekan terakhir, di media sosial ramai beredar pembahasan mengenai sebuah WO di Samarinda yang menyalahgunakan kepercayaan dengan mengambil uang tanpa memenuhi kewajiban.
Ironisnya, hal itu baru diketahui sehari atau dua hari sebelum acara resepsi berlangsung, yang membuat si empunya acara kelabakan dan harus mencari alternative WO lain dengan konsekuensi membayar lagi dengan biaya yang tak sedikit.
Di media sosial Facebook, seorang wanita memposting unggahan yang mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dengan salah satu WO karena menipu dirinya. “H-2 kami baru tahu kalau WO yang kami percayakan belum bayar ke vendor padahal kami sudah lunas bayar,” tulisnya seperti dikutip korankaltim.com dari akun facebook pribadinya.
Biasanya pemilik WO memang melibatkan pihal lain (vendor) seperti catering dan tata rias panggung yang tentu saja uang untuk membayar vendor diambil dari pemilik acara yang sudah membayar ke WO. Si pemilik akun belum berniat membawa urusan ini ke ranah hukum namun meminta pertanggungjawaban dalam batas waktu tertentu.
Menariknya, setelah memposting unggahan itu baru diketahui ternyata banyak korban WO yang sama di Samarinda yang jumlahnya mencapai puluhan orang dan mengalami hal yang sama, uang mereka bayar ke WO tapi tidak ada realisasi untuk acara resepsi yang sudah dijanjikan. Terkait hal ini, Michael Surya, satu diantara banyak pengusaha WO di Kota Tepian mengaku sangat menyesalkan hal tersebut karena merusak nama WO lainnya.
“Ini adalah bencana besar bagi klien (pemilik acara resepsi), dimana saat mereka memimpikan pernikahan dengan vendor-vendor terbaik, harus buyar karena uang yang sudah di titipkan kepada WO tersebut tidak dibayar kepada vendor,” jelas Ekel, sapaan akrabnya yang juga pemilik WO Media Kreatif (MK) dalam rilis yang ditulisnya di akun media sosial.
Ekel mengaku sangat prihatin dengan kabar yang beredar terkait penipuan WO itu. “Kami sesama pelaku profesi WO sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi. Kasus ini sangat tidak bisa dibenarkan, dan harus di usut tuntas, untuk memberikan keadilan untuk calon pengantin yang dirugikan secara moril dan materil,” tegas Ekel yang juga gitaris ini.
Ekel memberikan tips bagi mereka yang memiliki rencana menggelar hajatan resepsi pernikahan.
“Pilih WO yang kredibel, berpengalaman ,dan lebih baik jika memiliki badan hukum. Jangan tergiur dengan paket harga murah,” kata Ekel.
Ekel juga meminta pemilik acara memastikan termin pembayaran sesuai kontrak dan jangan termakan janji manis “Biasanya dijanjikan” jika bayar sekarang, maka akan di beri kompensasi diskon dan penambahan item secara gratis,”. Kami berharap, kasus ini tidak menjadi label buruk pada semua profesi WO,” paparnya.
Semua ini ditegaskan Ekel murni kesalahan dari oknum atau pelaku salah satu WO dan bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi pekerja WO terasuk klien dalam memilih dan menentukan WO dan vendor untuk pernikahannya.
“Doakan masalah ini bisa di selesaikan dengan baik dan penuh tanggungjawab oleh oknum WO tersebut. Semoga kita di mudahkan dalam mencari rezeki yang halal juga berkah dan dijauhkan dari yang haram,” tutup Ekel.
Penulis/Editor: Aspian Nur