Bahkan Ge-Nose yang sudah dimiliki Pemkot Samarinda dikatakan Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim itu untuk keperluan tracing, pelayanan diberikan secara gratis, berbeda jika keperluan untuk membuat surat keterangan masih dikenakan biaya. "Jadi kalau ada yang mau bepergian membutuhkan surat keterangan masih tetap bayar," kata Andi Harun.
Tekait biaya yang akan dikenakan untuk melakukan tes tersebut, Andi Harun bakal menerbitkan sebuah Peraturan Wali Kota Samarinda (Perwali). "Mungkin dalam 1-2 hari kedepan saya akan teken perwalinya dan segera diberlakukan," tegas pemimpin berdarah Sulawesi Selatan itu.
Sementara Kepala Unit Pengelola Bandara Udara (UPBU) Kelas I APT Pranoto Agung Pracayanto menjelaskan terdapat mekanisme yang mengatur agar masyarakat yang akan berangkat tidak mengalami keterlambatan, terutama jadwal keberangkatan yang memiliki rentan waktu sangat berdekatan.
Calon penumpang tak perlu khawatir, pasalnya pihak manajemen bandara juga sudah memikirkan hal itu. "Kami akan berikan sebuah kartu ada warna merah, kuning dan hijau, fungsinya ya biar kalau ada penumpang keberangkatan 5 memberikan kesempatan dulu ke yang jadwal penerbangan nomor 2," urai Agung.
Direktur Media Farma, Ani Widyastuti sebagai penyedia alat di Bandara Udara APT Pranoto memaparkan dalam pelaksanaannya pada awal April mendatang akan ada pembatasan pelayanan, diungkapkan dalam satu hari kemungkinan akan melayani 300-500 orang.
"Selebihnya tetap swab antigen, makanya kami mengimbau kepada calon penumpang yang keberangkatannya tak lebih dari 3 hari lebih baik swab antigen biar tidak bolak-balik," kata Ani.
Alat yang saat ini dimiliki itu sebanyak 7 unit, namun yang akan beroperasi yaitu 4 unit dahulu, sisanya dijadikan cadangan. Kemungkinan pada pelaksanaan pelayanan Ge-Nose pihaknya akan mematok harga dibawah Rp70 ribu. "Tapi untuk pastinya kami belum bisa menyebutkan," tutup Ani.
Penulis : */ Claudius Vico
Editor: Aspian Nur