Meskipun sejauh ini keberangkatan haji sempat ditunda namun besar harapannya agar Pemerintah Arab Saudi dapat memberikan kebijakan dengan membuka keberangkatan haji. "Jadi nanti warga yang haji disana kan bisa mendoakan warga Samarinda agar kondisi pandemi bisa selesai dan lebih baik lagi," tuturnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kemenag Samarinda Mohlis Hasan menyebutkan sedianya terdapat 539 calhaj yang sudah melunasi, meskipun kuota sebanyak 576 calhaj. Besaran tersebut adalah jemaah haji yang terdampak dari penundaan keberangkatan. "Tapi itu kalau kuotanya normal ya, kalau dari Arab Saudi menetapkan ada pengurangan atau penambahan, tinggal kita sesuaikan aja lagi nanti," sebutnya.
Meskipun pihaknya tengah menunggu kepastian keberangkatan itu, namun setidaknya persiapan bagi calhaj sudah terlaksana, selain vaksinasi Mohlis menjelaskan seperti manasik haji, dan segala tes kesehatan lain juga sudah dilakukan. "Fasilitas, perlengkapan dan dokumen-dokumen juga sudah siap," tegasnya.
Sementara itu Kepala Puskesmas Sungai Siring, Drg Andi Tenri Awaru, sebagai penyedia vaksinator menjelaskan penyuntikan dosis pertama untuk jemaah haji sudah memasuki periode ketiga. Penyuntikan tersebut berlangsung tiap minggu. "Minggu ini kami berikan vaksin kepada calon jemaah berusia dibawah umur 50 tahun, sebanyak 142 orang," bebernya.
Sedabgkan pada dua pekan belakangan ini pihak ya sudah memberikan pelayanan vaksinasi kepada jemaah lansia diatas 60 tahun di pekan pertama, dan jemaah berusia dibawah 60 tahun pada pekan kedua. "Masing-masing 100 orang yang mengikuti," celetuknya. Pada pekan depan akhir penyuntikan dosis pertama untuk calhaj diperuntukan kepada calhaj berusia dibawah 50 tahun, akan diikuti sebanyak 142 orang.[]
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdi