Untuk program yang terakhir, sudah terlihat gerakan yang dilakukan sang pemimpin daerah melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan Samarinda, bak-bak sampah yang ada di tepi jalan dan dianggap melanggar estetika atau keindahan kota dipindahkan ke tempat lain.
Sayangnya, program penanganan sampai ini sepertinya tidak mendapat dukungan penuh dari masyarakat Kota Tepian.
Terbukti di Jalan Pangeran Antasari, Samarinda Ulu, ada bak sampah yang sudah diangkat dengan tujuan agar warga sekitar tak membuang sampai lagi di tempat tersebut, nyatanya tetap ada tumpukan sampah.
Padahal jelas terpampang dua spanduk besar bertuliskan “Tidak Boleh Lagi Membuang Sampai Disini” dan tulisan besar “TPS Ini Ditutup!!!” serta menyarankan warga membuangnya di ke tempat pembuangan sampah (TPS) terdekat yaitu di Jalan Cendana mulai jam enam sore sampai jam enam pagi.
“Sepertinya warga sudah terbiasa membuang sampah di TPS ini, makanya tak menghiraukan tulisan di spanduk,” kata Iwan Setiawan, warga Gang Padat Karya, Samarinda Ulu, yang tinggal dekat dengan lokasi dimana TPS tersebut berada.
“Warga juga bingung karena tempat sampahnya tiba-tiba sudah tidak ada, diangkat petugas dari Dinas Pertamanan ke tempat lain. Karena lokasi TPS seperti saran dalam tulisan spanduk itu letaknya lumayan jauh, jadinya warga tetap membuang di tempat yang lama apalagi bak sampah yang dulu ada disitu sudah bertahun-tahun tak pernah dipindah, jadi sudah kebiasaan,” paparnya.
Iwan menyayangkan rendahnya kesadaran warga untuk membuang sampah di lokasi yang sudah ditentukan. “Program penanganan sampah dari Pemkot Samarinda sangat bagus, supaya kota ini tidak terkesan kumuh dengan sampah, jadi harus didukung. Sekarang tinggal kesadaran warga saja lagi untuk membuang sampah di tempat yang sudah ditentukan, jangan di lokasi yang sudah jelas ada tanda larangan membuang sampah seperti di tempat ini,” tegas Iwan.
Editor: Aspian Nur