Isran meminta masyarakat bisa memahami kebijakan ini karena dari data yang diperolehnya, angka terkonfirmasi positif Covid-19 paling tinggi terjadi di kalangan masyarakat umum.
Bahkan angka kematian yang saat ini menembus seribu lebih juga didominasi oleh masyarakat umum. "Makanya kami coba dulu akhir pekan ini. Masyarakat berhenti dulu berkegiatan, sambil kita sterilkan," tegasnya. Keputusan ini pun membuat sebagian masyarakat bingung.
Namun secara terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim, Muhammad Sabani menuturan teknis pelaksanaan pembatasan, hingga proses monitoring dan pengawasan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, di 10 kabupaten/kota yang ada di Kaltim.
“Teknisnya nanti diatur masing-masing pemerintah daerah, kepala daerah karena Pemprov (Kaltim) tidak sanggup menjangkau pengawasan ke masing-masing daerah,” ujar Sabani.
Sabani pun menegaskan bahwa rencana kebijakan ini sudah dibahas bersama dengan wali kota dan bupati dari seluruh Kabupaten/kota yang ada di Kaltim kemarin sehingga masing-masing daerah sudah tahu terkait rencana pembatasan kegiatan selama akhir pekan ini. “Dibahas dalam rapat bersama. Rapat Koordinasi dengan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinann Daerah),” tutup Sabani. (*)
Penulis: Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur