Kepada korankaltim.com Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Samarinda Agus Tri Sutanto membenarkan WFH yang sidah dilakukan karena beberapa staf sekretariat DPRD Samarinda serta anggota dewan yang terkonfirmasi positif corona. "Menurut informasi yang kami terima diketahui ada sekitar 7 orang terpapar," kata Agus saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (4/2/2021) hari ini.
Tren penambahan kasus positif Covid-19 di Samarinda yang mengalami peningkatan pada awal tahun, juga menjadi salah satu faktor pihaknya mengajukan bekerja dari rumah untuk diterapkan di Kantor DPRD Samarinda kepada Wali Kota Samarinda, H Syaharie Jaang.
"Karena musuh kita (Covid-19) ini kan tak kasat mata, kami tidak bisa mengetahui siapa saja yang terpapar, jadi biar lebih aman diberlakukan saja (WFH). Kebetulan juga saat ini masuk dalam masa reses, jadi aktivitas perkantoran juga masih minim," sebut Agus lagi.
Namun kebijakan itu bersifat kondisional, artinya melihat situasi ke depan, jika ditemukan kembali kasus penyebaran semakin bertambah. "Kalau tren semakin meningkat, berarti memungkinkan untuk diperpanjang," paparnya.
Terpisah, Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya yang termasuk politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), membeberkan Ketua DPRD Samarinda, Sugiyono yang juga merupakan Ketua DPC PDIP, terpapar Covid-19. "Iya benar ketua pernah terpapar dan sudah menjalani isolasi mandiri," akunya.
Sugiyono saat ini sudah negative corona dan masuk dalam tahap pemulihan seusai isolasi mandiri yang pernah dijalani. Sugiyono telah menjalani perawatan sekira 3 minggu terhitung mulai hari ini. "Saya kurang tahu pasti, cuma sampai saat ini sudah tiga minggu, tapi sekarang tinggal menjalani masa pemulihan saja," jelas Angkasa. (*)
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur