Apa yang dilakukan tersebut tak lain dan tak bukan demi kemanusiaan setelah di awal tahun ini bencana alam terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Mulai banjir yang melanda 10 kota dan kabupaten di Kalimantan Selatan hingga gempa bumi di Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat.
Masyarakat Samarinda bersatu demi kebaikan, mengingat mayoritas penduduk memiliki ikatan emosional dengan Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat. Teman atau saudara mereka ada yang tinggal di dua provinsi tersebut, jadi salah satu factor utama perlunya memberikan bantuan.
“Kami masih ingat waktu ada acara haul Guru Sekumpul di Martapura, di sepanjang jalan menuju Kalsel masyarakatnya menyiapkan makan gratis dan penginapan juga siap membantu kalau ada kendaraan yang rusak. Bagaimana kami bisa lupa kebaikan mereka saat bencana seperti sekarang ini,” kata Rosinah, warga Jalan Pangeran Antasari.
Ibu rumah tangga berusia 43 tahun ini mengaku tak hanya dirinya tapi siapa saja yang berangkat ke Kalsel untuk menghadiri acara tahunan di Martapura itu pasti tak akan lupa dengan kebaikan masyarakat Kalsel. “Makanya kami tak ragu memberi bantuan, baik uang maupun barang ke Kalsel karena masyarakat Kalsel sangat baik,” imbuhnya.
Di Bontang, anggota DPRD Bontang bahkan turun langsung ke jalan meminta bantuan membawa kotak yang disodorkan kepada pengendara roda dua maupun roda empat. "Kebetulan kami berasal dari Sulawesi Barat. Ada keluarga saya yang terkena dampaknya. Kami akan berangkat langsung memberikan bantuan ke sana sambil melihat kondisi dan memikirkan bantuan apa lagi yang bisa diberikan," kata Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris yang bersama Ketua Komisi III Amir Tosina dan Anggota,Abdul Samad turun ke lapangan menggalan dana..
Dari pantauan korankaltim.com, bantuan diberikan selain kepada mereka yang ada di persimpangan atau pinggir jalan juga dikumpulkan di satu tempat tertentu untuk kemudian dikirim kepada mereka yang berangkat ke Kalsel dan Sulbar. (*)
Editor: Aspian Nur