Hal ini diungkapkan Koordinator Unit Siaga SAR Basarnas Samarinda, Riqi Efendi, saat ditemui di posko utama di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Harapan Baru, Loa Janan Ilir siang tadi.
"Jarak pencarian kami perluas hingga satu kilometer dari Wahyudi terakhir terlihat," kata Riqi.
Ditanya terkait sistem pencarain, Riqi mengatakan sejauh ini masih dengan melakukan penyisiran, sedangkan untuk penyelaman belum bisa memastikan dilakukan atau tidak.
"Kalau untuk penyelaman, kami belum tahu, kalau melihat kondisi Sungai Mahakam yang memiliki arus kencang ditambah jarak pandang nol di bawah air, untuk efektifnya kami masih melakukan penyisiran, dengan memperluas pencarian, mengingat arus sungai ini cukup deras, kemungkinan korban terbawa arus," paparnya.
Kendala yang dihadapi tak ada karena melihat kondisi cuaca cerah berawan hanya arus yang deras yang harus diperhatikan.
Sebelumnya diberitakan Minggu (13/12/2020) kemarin seorang pandu PT Pelindo yakni Muhammad Djupri berusia 44 tahun selesai memandu ponton yang melintas di Jembatan Mahulu dan berhenti tepat di tikungan PT Sumalindo Harapan Baru.
Djupri dijemput Wahyudi yang merupakan motoris speed boat pandu. Saat Djupri telah naik di atas speed tiba-tiba mesin mati dan speed boat milik PT Pelindo tersedot arus dan masuk ke bawah ponton yang sudah jalan, hingga speed terbalik.
Djupri berhasil menyelamatkan diri karena langsung terjun ke sungai, sementara Wahyudi tak sempat menyelamatkan diri dan ikut tersedot arus, hingga masuk ke bawah ponton, kemudian tak terlihat lagi.(*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur