Wakil Direktur 1 Poltekes, Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur, Joko Sapto Pramono mengatakan kelompok tersebut adalah salah satu cara untuk penanggulangan narkoba dimulai dari keluarga."Dengan berdasarkan keluarga segala perilaku yang terjadi perubahan dari seseorang yang menyalahgunakan narkoba dapat diketahui sejak dini," ucapnya.
Sehingga jika dapat diketahui perubahan perilaku seseorang yang terindikasi penyalahgunaan narkoba dapat pula dicegah mulai dini. Dijelaskan oleh Joko upaya kelompok tersebut untuk melakukan pencegahan dari memberikan edukasi sampai melakukan pendekatan pada keluarga yang salah satu anggota keluarganya terindikasi menyalahgunakan narkoba.
"Berbasis keluarga, jadi para kader akan melakukan pendekatan pada keluarga terkait deteksi dini seseorang yang terindikasi memakai narkoba," jelasnya. Tak sampai di RT 06, Poltekes juga berkomitmen untuk menyebarluaskan KDKSN di tempat lain guna penanggulangan penyalahgunaan narkoba di masyarakat.
Hadir juga perwakilan dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Samarinda, yang dihadiri oleh Staf Bidang Pencegahan Bagian Penyuluh, Muhammad Irsyad Furqoni mengungkapkan pembentukan KDKSN yang diinisiasi oleh Poltekes Kaltim, ternyata selaras dengan salah satu program BNNK.
"Kegiatan ini juga sinergi dengan program BNN yang saat ini sedang kami galakan, selain ketahanan keluarga tetapi juga ketahanan remaja," sebut Irsyad. BNNK juga berkomitmen akan membantu dan mendukung dari kerja para relawan KDKSN dalam bentuk pemberian materi."Kami juga akan berikan teknik konseling, itu bisa dijadikan bekal untuk relawan," tegasnya.
Disampaikan oleh Irsyad, Kaltim sebelumnya menduduki peringkat tiga dalam kasus penyalahgunaan narkoba, saat ini sudah mencapai peringkat ke 23,sehingga dapat disimpulkan bahwa penyalahgunaan narkoba di Kaltim sudah jauh merosot, ini adalah sebuah capaian yang sangat baik serta kerjasama masyarakat, dan diyakini hadirnya KDKSN dapat semakin menjauhkan narkoba dari Kaltim.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan