Kepala Bidang (Kabid) Angkutan, Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, Teguh Setiawardana mengatakan, pada kecelakaan tunggal itu pihaknya justru merasa di rugikan, lantaran truk tersebut bernomor polisi dari luar daerah Kalimantan.
"Kejadian kemaren karena over loading (kelebihan muatan), juga truk itu berasal dari luar daerah," ucapnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Kamis (29/10/2020). Atas kejadian yang seperti itu pihaknya juga merasa tidak ada komunikasi dari instansi terkait jika ada truk bermuatan izin melintas di kawasan Samarinda.
Menyikapi kejadian tersebut pihaknya juga yang dapat dibilang memiliki keterbatasan tak mampu untuk selalu menjaga Gunung Manggah itu, sehingga ia mengingikan, adanya koordinasi dari truk yang bersangkutan kepada pihaknya.
"Ya jadi kami sementara ini minta, harus ada koordinasi terlebih dahulu sebelum memasuki kawasan, jadi setidaknya kami bisa tindak," jelasnya. Disinggung terkait rencana jalan alternatif yang pernah dicanangkan perencanaan tersebut dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kalimantan Timur."Jalan alternatif itu masih dalam pembahasan," imbuhnya.
Tak hanya meminta koordinasi dari pihak terkait, pihaknya telah merencanakan akan mengadakan sosialisasi ke para pengusaha untuk edukasi agar tak memaksakan muatan sehingga terjadi over kapasitas."Setelah sosialisasi baru tindakan penertiban di jalan dengan pemotongan bak kalo lewat kapasitas," pungkasnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan