Konsep tersebut dipakai agar wisuda tetap dapat berjalan dengan cara aman, guna mengantisipasi penyebaran Covid-19. Para mahasiswa diminta untuk menggunakan kendaraan pribadinya sampai depan podium, setelah itu seperti biasanya, mahasiswa menghadap ke Rektor guna pemindahan tali toga dan menerima sertifikat kelulusan.
Salah satu peserta wisuda, Muhammad Fajar Saputra, lulusan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, datang seorang diri, ia tak diantar siapapun, menggunakan motor bebek bernuansa klasik yaitu Honda C-70, Fajar mengaku tak ingin merepotkan orang tuanya.
"Kebetulan di rumah yang bisa nyetir mobil kan saya sendiri, takutnya ngerepotin orang di rumah," ucapnya.
Saat disinggung perasaannya menggunakan motor, Ia merasa tak minder di tengah para mahasiswa lain menggunakan mobil dan diantar oleh orang tua, lantaran Fajar menilai jika menggunakan motor lebih praktis.
"Ya biasa aja sih, lagian pakai mobil saya rasa agak ribet ya," jelasnya.
Ia juga berharap jika kedepan wisuda masih menggunakan pola yang sama yaitu drive thru agar dapat lebih menghadirkan keunikan baru.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan