"Mulai mencari sejak pukul 06.00 WITA, ya walaupun terkendala cuaca hujan yang cukup deras serta luasnya perairan sungai, kami berhasil menemukan korban, dengan dibantu relawan serta warga sekitar," ungkap Kasat Polair Polresta Samarinda, AKP Iwan Pamuji.
Selama pencarian korban, petugas hanya melakukan upaya penyisiran dan spiral (gelombang buatan) sebagai metodenya. Penyelaman tidak bisa dilakukan lantaran terhalang cuaca dan arus bawah sungai yang deras. "Setelah ini kami serahkan untuk penyelidikannya ke Polsek Sungai Kunjang, terkait hasil visumnya," pungkasnya.
Selanjutnya jasad korban saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) guna dilakukan visum.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Iptu Purwanto menerangkan dari pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Sehingga, untuk dugaan, korban tenggelam karena terpeleset saat menjaga tongkang.
"Kami telah melakukan olah TKP, mengambil keterangan sejumlah saksi di lapangan dan menunggu hasil visum dari rumah sakit penyebab pasti kematian," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ardi diduga tenggelam saat menjaga tongkang bernama Lambung Bahari Perdana XX di perairan Sungai Mahakam. Tepatnya di kawasan Loa Kumbar, RT 19, Kelurahan Loa Buah Rabu (2/8/2020) pukul 05.30 Wita.
Penulis: Nancy
Editor : Bambang Irawan