Longsornya jalan tersebut langsung tersebar di media social siang ini. Dalam foto tersebut terlihat jalan dua jalur yang lebar tersebut sudah tertutup timbunan tanah cukup tinggi sehingga mereka yang mau lewat harus memutar arat mencari jalan lain.
Longsor kali ini merupakan puncaknya karena sebelumnya sudah ada dua titik longsor dari arah perbukitan yang menutup satu jalur jalan namun tak ada penanganan serius dari pemerintah, hanya diperbaiki sebagian dimana longsoran dibuang ke sisi kanan atau kiri jalan saat tanah turun.
Longsoran sendiri terjadi sejak dua bulan lalu, dimana tanah yang turun pertama dan kedua terjadi pada Juli 2020 dan sejak itu jalan tertutup longsoran tetap dibiarkan. Warga pun untuk sementara diminta mencari jalur alternative menuju Samarinda ke Palaran atau sebaliknya mengingat potensi bahaya mengintai pengendara motor dan mobil kalau melewati jalur tersebut yang saat ini sudah tak bisa lagi dilewati sama sekali. Informasi yang diperoleh korankaltim.com, Dinas Pekerjaan Umum menunggu anggaran untuk memperbaiki jalur tersebut karena masuk dalam satu kegiatan perbaikan jalan lainnya. (*)
Penulis/Editor: Aspian Nur