Menurut pengakuan seorang warga, Amat Arianto, dirinya melihat dua ekor monyet yang berkelahi di lapangan tak jauh dari titik longsor.
"Awalnya saya melihat ada dua ekor monyet yang baku kelahi di lapangan, terus nggak lama saya di beritahu sama orang bisu juga warga sini, kalo mulai ada longsor di atas," ucap Amat.
Tak puas dan terbawa rasa penasaran, pria 39 tahun itu langsung meninjau lokasi yang diinformasikan kepadanya. Ternyata benar, material tanah sudah mulai mendekat di permukiman, Amat bergegas memberitahu Ketua RT setempat dan mengeluarkan barang-barang berharganya ke tempat yang lebih aman.
Kondisi material tanah longsor semakin mengancam hunian warga yang terletak di bawahnya, warga setempat pun mengambil ancang-ancang mengungsi lantaran khawatir terjadi longsor susulan.
Ketua RT 24 Jalan Kakap, Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, La Baka'i mengaku setiap ada sosok hewan yang turun ke permukiman tandanya akan ada bencana.
"Kayak longsor yang dulu sebelumnya kan ada ular besar yang melilit di dekat rumah saya, berselang tiga hari langsung ada longsor," sebut La Baka'i.
Selain itu dugaan penyebab longsor tersebut lantaran ada seseorang yang membuat kebun dan menebas pepohonan yang ada di sekitar situ.
Sejauh ini masih belum ada upaya pengerukan, hanya sebatas memantau pergerakan tanah yang labil, pemantauan tersebut dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, selain itu juga bantuan tersalurkan berupa pakaian dan makanan ringan. (*)
Penulis : Claudius Vico
Editor; Aspian Nur