“Rata-rata meninggal dunia atara tanggal 12 Agustus hingga 18 Agustus. Baru terkonfirmasi sekarang,” ujar Andi dalam konferensi pers hariannya.
Selain kasus meninggal dunia, Andi juga melaporkan penambahan kasus terkonfirmasi positif yang terjadi di Kaltim. Sebanyak 80 kasus dilaporkan dan berasal dari 6 kabupaten/kota yang ada di Kaltim. Balikpapan dan Samarinda menyumbang angka penambahan tertinggi dengan rincian 46 kasus asal Balikpapan, dan 24 kasus asal Kota Tepian, Samarinda.
“Selain itu Berau 2 kasus, Kutai Timur 4 kasus, Bontang 3 kasus dan Mahakam Ulu 1 kasus,” sambungnya.
Andi juga melaporkan penambahan kasus sembuh sebanyak 52 kasus yang juga disumbang oleh 6 kabupaten/kota di Kaltim. Samarinda mencata penambahan kasus terbanyak diantara daerah lain dengan total 16 kasus. Kemudian disusul Balikpapan sebanyak 14 kasus. Kutai Timur pun turut melaporkan 12 kasus sembuh, diikuti Bontang sebanyak 5 kasus, Berau 4 kasus dan Paser 1 kasus.
“Ada yang melaksanakan isolasi mandiri, ada juga yang isolasi mandirinya di perusahaan tempat mereka bekerja,” sambung Andi.
Dengan demikian perkembangan kasus terkonfirmasi positif di Kaltim mencapai 3101 kasus, dan untuk kasus sembuh sebanyak 1910 kasus. Sedangkan untuk pasien meninggal bertambah menjadi 121 kasus.[]
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor : Rusdi