Di Masjid Al Muhajirin Bengkuring, Samarinda Utara, jamaah menggelar salat Iduladha berjamaah dan datang sejak pukul 06.00 WITA. Meski tak semua menggunakan masker sesuai imbauan pengurus masjid, namun social distancing tetap diterapkan. Menariknya, meski tak semua jamaah melakukannya namun ada sebagian dari mereka yang menggunakan sandal untuk menjaga jarak dengan jamaah di sebelahnya untuk mereka yang salat di luar masjid.
“Tentu susah untuk menerapkan jaga jarak kalau sudah salat di luar masjid,mau tidak mau pakai sandal ditaruh di sebelah sajadah supaya jamaah di sebelah tidak terlalu dekat,” kata Muhammad Azzamuddin, seorang jamaah masjid Al Muhajirin Bengkuring kepada korankaltim.com.
Tak ada kegiatan salam-salaman usai salat digelar. Jamaah langsung bubar setelah doa terakhir dibacakan. Sementara di Masjid Agung Pelita, Jalan Pelita, Sungai Pinang. Semua jamaah wajib menggunakan masker, bahkan pengurus masjid telah menyediakan beberapa kotak masker untuk diberikan ke jamaah yang tidak membawa masker.
Selain itu, jamaah juga diwajibkan untuk membawa sendiri alat kelengkapan salat seperti sajadah maupun mukena. Shaf salat juga diberi jarak sesuai dengan ketentuan.
Tak hanya itu saja, tidak ada kegiatan saling bersalamaan antar jamaah, dan secara bergantian jamaah keluar lingkungan masjid dengan tertib. "Alhamdulillah, salat tetap bisa dilakukan secara berjamaah di masjid. Kalau shalat ied Idulfitri yang lalu tidak boleh, terlebih saat itu sedang banjir besar," ucap Sajidahtulfah, jamaah masjid. (*)
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur