Eka Putra (38) mengatakan, bahwa temannya yang melihat pertama kali adanya asap yang keluar dari dalam gudang, dan sempat berteriak ada kebakaran.
"Ya awalnya teman saya yang lagi duduk di warung saya yang teriak ada kebakaran, terus saya liat, benar ada asap hitam yang keluar dari dalam gudang," ujar Eka yang mengaku telah bekerja sebagai penjaga malam selama 18 tahun.
Didalam gudang terdapat ratusan ban, karena baru saja datang pengiriman ban yang baru masuk sebanyak satu kontainer.
Sementara itu pegawai gudang lainnya, Ahmad (63), menambahkan gudang ban itu saat malam biasa selalu terkunci rapat.
"Saya tadi mau masukan mobil. Tiba-tiba banyak yang teriak asap. Pas saya liat apinya sudah jadi dari dalam gudang," ungkap Ahmad berkantor tidak jauh dari gudang ban yang terbakar.
Kuat dugaan kebakaran dikarenakan arus pendek listrik. Pasalnya, api dengan cepat membesar, gudang berisikan bahan mudah terbakar tersebut.
Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda, Sunardi Siman mengemukakan, sebenarnya tidak terlalu lama untuk proses pemadaman. Yang jadi kendala justru saat proses pendinginan.
"Di sini ruangannya tertutup dan terlalu banyak asap, jadi sedikit kesulitan buat pendinginan," terangnya.
Penulis: Vico
Editor: Desman Minang