Ratmi salah seorang warga berusia 43 tahun mengatakan ingin bertemu dengan orang nomor satu di Kota Tepian itu guna memohon belas kasih agar rumah yang ditinggalinya tak dibongkar.
"Saya mau ketemu pak Jaang, atau pak Wakil Walikota (Barkati). Saya mau ngomong dulu," ucapnya dengan nada panik.
Memang, dalam pantauan korankaltim.com, tak terlihat Jaang maupun Barkati padahal beberapa warga sempat berteriak mereka memilih Jaang pada Pilkada 2015 lalu.
Warga lain, yang bernama Andi Syamsul Bahri bahkan menuntut kedatangan para wakil rakyat yang duduk dikursi DPRD Samarinda.
"Kami harus duduk bersama anggota dewan yang terpilih. Kami pemilih Pak Jaang juga dulunya," tegasnya.
Hingga pukul 11.00 WITA hanya Sekretaris Daerah (Sekda) Samarinda, Sugeng Chairuddin didampingi sejunlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Mulai dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Perdagangan, dan tentunya Satpol PP Samarinda yang ada di lokasi pembongkaran bangunan bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) segmen Pasar Segiri. (*)
Penulis: Permata S. Rahayu
Editor: Aspian Nur