Secara rinci, penambahan di Bontang terdiri dari pasien dengan kode BTG14 seorang laki-laki berusia 51 tahun, merupakan kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) pelaku perjalanan dari Jawa Timur dengan keluhan demam, batuk, sesak nafas, serta memiliki gambaran Pneumonia.
Lalu, BTG15 seorang laki-laki berusia 54 tahun, juga seorang ODP pelaku perjalanan dari Jawa Timur dengan keluhan batuk dan sakit kepala. Kedua kasus tersebut, kata Andi dirawat di RS Pupuk Kaltim Bontang.
Selain 2 kasus dari Bontang, penambahan kasus positif juga terjadi di Kutai Barat, Paser, Samarinda dan Kutai Timur masing-masing 1 kasus. Lalu, Kutai Kartanegara 2 kasus.
"Untuk Samarinda, penambahan 1 kasus, pasien dengan kode SMD 64, laki-laki 48 tahun. Merupakan kasus OTG (Orang Tanpa Gejala) warga Samarinda yang akan bepergian ke Tarakan. Kasus dirawat di RS Pertamina Balikpapan," bebernya.
Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Ismed Kusasih menjelaskan, meskipun dinyatakan sebagai warga Samarinda dibuktikan dengan KTP, namun kasus dipastikan merupakan kiriman atau imported case.
"SMD64
ini import case. Yang bersangkutan pegawai perusahaan dari Tarakan ber KTP Samarinda, tapi tidak pernah ke Samarinda dalam 3 bulan terakhir. 8 juni dari lokasi perusahaan ke Balikpapan untuk pemeriksaan swab di RS Pertamina Balikpapan. 17 juni terkonfirmasi positif dan diisolasi dan dirawat di RSPB Balikpapan," jelas Ismed.
Penulis : Rusdi
Editor: Desman Minang