Fuad Asaddin menjelaskan kegiatan ini bertujuan menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi industri kecil konveksi yang ada di Samarinda menghadapi kondisi pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) yang masih terjadi hingga saat ini. “Kami berharap bimtek ini pelaku industri kecil menengah dapat membuat APD (masker dan baju hazmat) yang dapat bermanfaat bagi masyarakat bahkan bisa dijual agar dapat dijadikan sumber penghasilan” kata Fuad.
Sementara Muhammad Faisal menyebut kegiatan ini tentunya guna membantu pelaku industri kecil dan menengah, khususnya para penjahit di Samarinda, bimbingan teknis pembuatan baju hazmat dan masker kain. "Kegiatan ini kami mendapat bantuan provinsi melalui Disperindagkop-UMKM Kaltim untuk membantu warga Samarinda dimasa pandemi Covid-19, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian Samarinda," ujar Faisal,
"Jadi kami pun tak lupa ucapkan terima kasih kepada Pemprov Kaltim yang sudah memberikan bantuan sebanyak tiga kali bimtek untuk para pelaku industri kecil di Kota Samarinda menghadapi masa pandemi Covid-19 sekarang ini," lanjutnya
Khusus bimtek menjahit kali ini merupakan tingkat lanjutan dimana sudah dimulai kegiatan yang sama ditahun lalu. Dan tentu saja selama pelaksanaan bimtek pihaknya pun akan memberlakukan semua protokol kesehatan covid-19 yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dengan ketat untuk menjamin keberlangsungan kegiatan ini.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Ketua Tim Gugus Tugas Covid serta Dinas Kesehatan untuk kegiatan kali ini. Selain itu bimtek juga untuk monitoring bantuan peralatan yang sudah kami berikan kepada mereka juga tentunya, untuk menambah pengetahuan para penjahit serta untuk mengevaluasi program kerja yang sudah kami laksanakan, sedangkan bimtek lainnya peserta berasal dari beberapa kelurahan," imbuhnya. (*)
Penulis : Fairus
Editor: Aspian Nur