Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda ambil bagian dari kegiatan gotong-royong ini. "DLH juga banyak menurunkan anggotanya. Kegiatan ini juga permintaan dari pak wali untuk melakukan gotong royong," sebutnya.
Fahmi berharap setelah kegiatan itu dilaksanakan masyarakat lebih memiliki kesadaran terhadap kebersihan lingkungan agar dapat meminimalisasi kemungkinan banjir dan penumpukan sampah di kemudian hari. “Kami memberikan pemahaman kepada pemilik toko dan pemilik usaha agar tetap menjaga lingkungan kebersihan. Baik itu pasca banjir dan berkesinambungan terus-menerus. Paling tidak sebulan sekali," sebut Fahmi.
Kota Tepian merupakan penyangga Ibu Kota Negara) jadi seharusnya dapat membangun kesadaran untuk hidup bersih serta mampu menata kehidupan menjadi lebih baik. "Terima kasih kepada semua pihak terkait yang telah membantu pelaksanaan ini. Kami pun berdoa agar tidak ada lagi banjir kedepannya. Terutama arus air di Sungai Mahakam dan Sungai Karang Mumus bisa berjalan lancar. Masyarakat juga paling tidak, tidak membuang sampah ke selokan, parit, serta sungai agar tercipta kondisi bersih, asri, dan sehat dilingkungan kita di Samarinda ini," ujarnya. (*)
Penulis: Sela Astuti
Editor: Aspian Nur