Menanggapi hal tersebut Plt Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Hafid Lahiya memberi penegasan bahwa hal itu tidak sama sekali bermaksud memberi peluang para pemudik yang pulang kampung jelang lebaran beberapa waktu lalu, moda transportasi akan berjalan jika memenuhi persyaratan terlebih dahulu. "Memang dibuka (transportasi umum) tapi diutamakan untuk kepentingan penanganan Covid-19, kalau untuk angkutan mudik tidak berlaku," tegas Hafid saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon Rabu (3/6/2020) tadi.
Transportasi umum seperti bus dibeberapa terminal Samarinda belum bisa beroperasi secara normal yang artinya tak bisa beroperasi secara penuh. Apalagi, jika menuju Kota Balikpapan yang sudah ditetapkan menjadi zona merah. "Jika mengacu Permenhub 25/2020 tidak bisa (ke Balikpapan). Tapi itu kan kalau ada penumpangnya. Setiap daerah terdapat pos check point dan ada kebijakan daerah masing-masing yang memang mengawasi secara ketat bahkan melarang," jelasnya.
Ditanya mengenai pengawasan transportasi mobil pribadi yang sering disebut masyarakat dengan taksi gelap, tentunya dapat digunakan para pemudik, Hafid menilai hal tersebut adalah salah satu pengawasan yang susah dilakukan apalagi 'taksi gelap' tak terdaftar dalam sarana transportasi di Dinas Perhubungan. "Kalau itu memang susah, semua tergantung kesadaran masyarakat, ini kan demi kepentingan semua," kata Hafid.
Sekretaris Satgas Penanganan Percepatan Covid-19 Samarinda, Hendra AH juga menanggapi kebijakan Menteri Perhubungan, pihaknya pun tetap melakukan penghalauan dan juga didukung oleh operasi Ketupat Mahakam 2020 yang sedang berlangsung pada saat itu. "Menteri Perhubungan hanya menekankan transportasi digunakan untuk kepentingan penanganan Covid-19 atau hal yang force majure (darurat)," tegas Hendra.
Hendra yang juga sebagai Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda ini menekankan setiap kendaraan yang melintas diperiksa. Baik itu kendaraan umum pribadi maupun kendaraan pribadi yang melintas. Dilakukannya hal tersebut bertujuan guna menghalau pemudik yang mengenakan taksi gelap saat jelang Lebaran lalu. "Kami suruh putar balik, karena waktu itu banyak sekali yang mencoba mengambil kesempatan," tutup Hendra. (*)
Penulis : Fairus
Editor: Aspian Nur