Sekretaris BPBD Samarinda, Hendra AH mengatakan ada empat yang meninggal dua diantara tersengat listrik, sedangkan dua lainnya meninggal tenggelam di kawasan Betapus, Lempake dan akibat sakit saat kondisi banjir.
"Satu yang meninggal itu anak-anak, karena tenggelam," ungkap Hendra saat dikonfirmasi Minggu (31/5/2020).
Korban meninggal akibat sakit adalah laki-laki berusia 41 tahun yang awalnya terjebak banjir di Kelurahan Gunung Lingai. Saat itu petugas sempat melakukan evakuasi tetapi nyawanya tak tertolong.
Sementara, dua warga yang tersengat listrik berada di Kelurahan Bandara dan Kelurahan Temindung Permai. Keduanya berjenis kelamin laki-laki berusia 60 tahun dan berusia 15 tahun.
Korban terakhir seorang anak berusia 10 tahun yang terseret arus banjir hingga ke gorong-gorong saat bermain di areal sawah kawasan Betapus, Kelurahan Lempake. Korban sempat dilarikan ke puskesmas terdekat.
Kemudian terdapat satu korban bernama Ozi warga Jalan MT Haryono yang terjatuh dari lantai dua hingga menyebabkan kaki patah.
"Tentunya kami prihatin dengan kondisi ini. Tetapi, ini juga kembali pada kesadaran dari diri masing-masing, saat adanya musibah banjir ini, sehingga hal buruk tidak terjadi, artinya tetap waspada," pungkasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Hendra