Ketua satuan tugas (Satgas) Konseling Sehat Jiwa (Sejiwa) Wilayah Kaltim, Dr. Evi Kurniasari mengungkapkan temuan di lapangan 80 persen kasus Covid-19 justru malah menyerang kesehatan psikologis masyarakat. Sedangkan, 20 persen sisanya menyasar pada kesehatan fisik.
“Selama masa pandemi memicu lonjakan kasus gangguan mental dan juga kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),” ujar Evi melalui telekonferensi yang diadakan oleh Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Senin (18/05/2020).
Maka dari itu, Evi menuturkan bahwa layanan konseling Sejiwa yang telah diluncurkan sejak 29 April 2020 lalu untuk memberikan pendampingan bagi siapa saja yang secara mental terdampak oleh Covid-19 melalui kegiatan konsultasi dan edukasi. Pendampingan tersebut akan langsung dilakukan bersama tenaga profesional yang terafiliasi dalam Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi).
“Bagi masyarakat yang ingin melakukan konseling cukup menghubungi hotline 119 ekstensi 8. Seperti diketahui 119 sedari awal merupakan hotline Covid-19,” tuturnya.
Sejak awal terbentuk dari akhir April lalu, ia menuturkan bahwa Sejiwa sudah melaksanakan dua gelombang layanan konseling kepada masyarakat. Gelombang pertama berlangsung 29 April 2020 hingga 12 Mei 2020 dengan jumlah relawan di seluruh Indonesia ada 162 orang.
Sedangkan gelombang kedua dimulai 13-17 Mei 2020. Selama periode kedua jumlah relawan dan tenaga yang bertugas mengalami peningkatan karena pada saat evaluasi jumlah kasus yang diterima saat gelombang I cukup banyak.
“Jumlah 162 relawan yang ada mengaku kewalahan sehingga di gelombang II jumlah relawan dari Himpsi perlu ditambah lagi agar pelayanan bisa dilakukan dengan maksimal dan kondusif,” ujarnya.
Ia menuturkan, tidak menutup kemungkinan bahwa akan melakukan penambahan jumlah relawan untuk gelombang III, jika terjadi lonjakan laporan kasus yang lebih banyak.
Penulis: Meiliyana
Editor: Desman Minang