Ratusan makam rusak, bahkan tertimbun oleh tanah longsor dan ini merupakan kejadian kedua kalinya yang menimpa makam tersebut setelah sebelumnya awal Januari 2020 lalu.
Saat itu pihak kelurahan sempat melakukan penanganan dengan membuat turap dari kayu ulin sebagai penyangganya, tetapi hal tersebut tak bertahan lama, hingga longsor kembali terjadi dan lebih parah, bahkan menyebabkan pohon bergeser hingga tumbang dan mengenai makam.
Dari pantauan di lapangan terdapat satu titik yang memang tanahnya labil karena ada aliran air yang diduga kuat jadi penyebab longsornya tanah di makam tersebut. Keterangan salah satu warga yang keluarganya dimakamkan di pemakan tersebut, ini memang kedua kalinya terjadi di tahun 2020.
"Saya baru tahu kemarin malam (Selasa malam) dari grup WhattAshapp dan malam itu juga langsung melihat kondisinya," ucap Ndin, saat ditemui korankaltim.com siang tadi.
Melihat kondisi yang ada Ndin khawatir peristiwa ini kembali terulang “Masih rentan karena air masih mengalir dari atas," katanya.
Abi, warga Selili yang membantu memperbaiki makam mengatakan kejadian tersebut terjadi tiga hari lalu dimana terjadi pergeseran tanah dan kemarin semakin parah.
"Hujan deras hari Senin, saya lihat paginya sudah seperti ini," sebut Abi. "Sudah pernah di turap dari kelurahan tapi longsor lagi," sambung Abi. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur